Sabtu, 05 Januari 2013 | By: Nurul Annisa

Epidemiologi Penyakit Menular dan Tidak Menular


Now, aku bakal share mengenai epidimiologi penyakit menular dan tidak menular, yang mau copas, please
comment..

I.                PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI

1.1.  Pengertian Epidemiologi Menurut Asal Kata

       Jika ditinjau dari asal kata epidemiologi berasal dari bahasa yunai yang terdiri dari 3 kata dasar yaitu epi yang berarti pada atau tentang, demos yang berati penduduk dan kata terakhir adalah logos yang berarti ilmu pengetahuan. jadi epidemilogi adalah ilmu yang mempelajari tentang penduduk. Sedangkan dalam pengertian modern pada saat ini epidemiologi adalah “Ilmu yang mempelajari tentang Frekuensi dan Distribusi (Penyebaran) serta Determinat masalah kesehatan pada sekelompok orang/masyarakat serta Determinannya (Faktor – factor yang Mempengaruhinya).

      Suatu ilmu yang awalnya mempelajari timbulnya, perjalanan, dan pencegahan pada penyakit infeksi menular. Tapi dalam perkembangannya hingga saat ini masalah yang dihadapi penduduk tidak hanya penyakit menular saja, melainkan juga penyakit tidak menular, penyakit degenaratif, kanker, penyakit jiwa, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Oleh karena itu, epidemiologi telah menjangkau hal tersebut.

1.2. Pengertian Epidemiologi Menurut Pendapat Para Ahli
Sebagai ilmu yang selalu berkembang, Epidemiologi senantiasa mengalami    perkembangan pengertian dan karena itu pula mengalami modifikasi dalam batasan/definisinya. Beberapa definisi telah dikemukakan oleh para pakar epidemiologi,beberapa diantaranya adalah :
1.      Greenwood ( 1934 )
Mengatakan bahwa Epidemiologi mempelajari tentang penyakit dan segala macam     kejadian yang mengenai kelompok ( herd ) penduduk. Kelebihannya adalah adanya penekanan pada Kelompok Penduduk yang mengarah kepada Distribusi suatu penyakit.

2.   Brian Mac Mahon ( 1970 )
      Epidemiologi adalah Studi tentang penyebaran dan penyebab frekwensi penyakit   pada manusia dan mengapa terjadi distribusi semacam itu. Di sini sudah mulai menentukan Distribusi Penyakit dan mencari Penyebab terjadinya Distribusi dari suatu penyakit.

3. Wade Hampton Frost ( 1972 )
 Mendefinisikan Epidemiologi sebagai Suatu pengetahuan tentang fenomena massal ( Mass Phenomen ) penyakit infeksi atau sebagai riwayat alamiah(Natural History ) penyakit menular. Di sini tampak bahwa pada waktu itu perhatian epidemiologi hanya ditujukan kepada masalah penyakit infeksi yang terjadi/mengenai masyarakat/massa.

4. Anders Ahlbom & Staffan Norel ( 1989 )
 Epidemiologi adalah Ilmu Pengetahuan mengenai terjadinya penyakit pada populasi manusia.

5.Abdel R. Omran ( 1974 )
Epidemiologi adalah suatu ilmu mengenai terjadinya dan distribusi keadaan kesehatan, penyakit dan perubahan pada penduduk, begitu juga determinannya serta akibat – akibat yang terjadi pada kelompok penduduk.
6. Hirsch ( 1883 )
Epidemiologi adalah suatu gambaran kejadian, penyebaran dari jenis – jenis penyakit pada manusia pada saat tertentu di berbagai tempat di bumi dan mengkaitkan dengan kondisi eksternal.

7.Robert H. Fletcher ( 1991 )
Epidemiologi adalah disiplin riset yang membahas tentang distribusi dan determinan penyakit dalam populasi.


8. Lilienfeld ( 1977 )
    Epidemiologi adalah suatu metode pemikiran tentang penyakit yang berkaitan dengan penilaian biologis dan berasal dari pengamatan suatu tingkat kesehatan populasi.
9. Moris ( 1964 )
     Epidemiologi adalah suatu pengetahuan tentang sehat dan sakit dari suatu penduduk.
1.3.  Pengertian Epidemiologi Ditinjau Dari Berbagai Aspek

1.3.1. Aspek Akademik
Secara akademik, epidemiologi berarti Analisa data kesehatan, sosial-ekonomi, dan trend yang terjadi untuk mengindentifikasi dan menginterpretasi perubahan-perubahan kesehatan yang terjadi atau akan terjadi pada masyarakat umum atau kelompok penduduk tertentu.

1.3.2. Aspek Klinik
    Ditinjau dari aspek klinik, Epidemiologi berarti Suatu usaha untuk mendeteksi secara dini perubahan insidensi atau prevalensi yang dilakukan melalui penemuan klinis atau laboratorium pada awal timbulnya penyakit baru dan awal terjadinya epidemi.

1.3.3 Aspek praktis
    Secara praktis epidemiologi berarti ilmu yang ditujukan pada upaya pencegahan penyebaran penyakit yang menimpa individu, kelompok penduduk atau masyarakat umum.

1.3.4. Aspek Administrasi
          Epidemiologi secara administratisi berarti suatu usaha mengetahui keadaan masyarakat di suatu wilayah atau negara agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan masyarakat



II.  EPIDEMI MENURUT CARA TRANSMISI
Transmisi adalah suatu mekanisme dimana penjamu yg rentan,diserang/diinfeksi oleh agen yang bersangkutan, melalui:
a.       Transmisi langsung: satu proses perjalanan agen melalui perilaku penjamu: saat bersentuhan dengan penjamu, mis: berciuman, hub kelamin, uap air pernafasan secara droplet / spray (batuk dan bersin)
     b.  Transmisi tidak langsung: melalui bahan/binatang yang terinfeksi oleh agen,  misalnya : melalui kain, perabot/bahan,makanan, sisa/kotoran binatang, air, tanah.
Berdasarkan cara transmisi, epidemi dapat dibagi menjadi 3 (tiga):
    1. Epidemi sumber umum (point epidemic)
Epidemi ini sering disebut point “epidemic” yaitu epidemi yang hanya terjadi secara mendadak dan dalam waktu singkat sebagai akibat pemajanan bersama oleh agen penyebab penyakit.Epidemi sumber umum ini biasanya hanya meliputi satu masa tunas dan penyebarannya pada orang, waktu dan tempat tertentu.Misalnya keracunan makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh mikroorganisme patogen seperti vibrio kolera, stafilokokus atau zat kimia seperti antimon, kadmium, tembaga atau pestisida.Berikut ini akan diberikan beberapa contoh epidemi sumber umum melalui makanan dan minuman, udara, dan zat radioaktif.
a.    Epidemi sumber umum melalui udara
Sebagai contoh epidemi transmisi melalui udara adalah epidemi influenza di Inggris tahun 1952 yang disebabkan oleh kabut.
b.    Epidemi sumber umum melalui makanan dan minuman
1)      Letusan Kolera El Tor akibat makanan laut yang terrcemar oleh vibrio kolera terjadi di Singapura antara 3 dan 11 November 1982 yang menimpa 22 orang karyawan dengan kolera positif disertai gejala serta 15 orang dengan kolera positif tanpa disertai gejala.
2)      Letusan wabah kolera di India Selatan pada tahun 1971. Epidemi ini terjadi pada musim kemarau panjang hingga penduduk suatu desa di India Selatan kekurangan air . Pada desa tersebut hanya ada 2 sumur yang masih mengandung air, suatu sumur merupakan sumur baru yang kedap perembesan air limbah dan yang satu lagi merupakan sumur tua yang air limbah bisa merembes ke dalamnnya.Letusan Kolera terjadi pada penduduk yang menggunakan sumur tua dan terjadi 2 kali letusan yaitu pada hari ke-8 dan hari ke-11 . Setelah air sumur diberi kaporit kasus menjadi sporadis setelah hari ke 36.
c.    Epidemi sumber umum melalui zat radioaktif
1)      Epidemi karena zat radioaktif adalah insidensi leukimia yang terjadi di hiroshima dan Nagasaki Jepang sebagai akibat ledakan bom atom tahun 1945. Peneliian akibat bom atom dilakukan pada tahun 1947-1957 . Hasil penelitian menunjukkan gambaran yang mirip dengan kurva epidemi sumber umum.
2)      Hal yang sama terjadi  pada kebocoran instalasi nuklir di Chernobyl Rusia pada tahun 1986

2.    Epidemi benda Bersama
Yaitu suatu kejadian luar biasa yang penyebarannnya terjadi melalui pemakaina benda secara bersama-sama misalnya pakaian, mainan dan alat-alat operasi. Pajanan dapat terjadi sekali, berulang-ulang dan terus-menerus. Pada epidemi benda bersama menunjukkan suatu kejadian yang timbul dengan cepat dan berakhir dengan cepat dan penyebaran terbatas pada orang , waktudan tempat tertentu seperti pemakaian jarum suntik secara bergantian pada pecandu obat bius.

3.    Epidemi dari orang ke orang (epidemic progresif)
   Yaitu suatu kejadian luar biasa yang transmisinya dari orang lain yang terinfeksi ke orang lain yang lebih rentan. Epidemi ini sering disebut epidemi progresif. Pada awalnya epidemi progresif tidak dipercaya oleh berbagai sarjana pada saat itu, bahkan seorang sarjana bernama Prof.Max von Pattenvoker dari Munich yang skeptis terhadap epidemi progresif mengadakan percobaan pada dirinya sendiri dengan makan 1 cc kolera dari perbenihan dan ternyata ia tidak sakit. Dari hasil percobaannya ini ia menarik kesimpulan bahwa untuk dapat menularkan penyakit, bakteri penyebab tidak secara langsung pada orang lain , tapi harus kontak dulu dengan tanah kering, yang akan meningkatkan virulensi kemudian baru menukarkan pada orang lain.  Transmisi dapat terjadi melalui:

a. Secara langsung melalui pernafasan, oral, anal dan genital.
1.      Difteritis
2.      Morbili
3.      Pertusis
4.      Penyakit kelamin

b. Secara tidak langsung melalui insect dan arthropoda.
1.        Malaria
2.        Demam berdarah
  Beberapa hal yang perlu diketahui dan di perhatikan pada epidemi progresif adalah :
1. Waktu generasi
      Setelah organisme patogen masuk kedalam tubuh manusia, berkembang biak dan belum menimbulkan gejala. Orang tersebut merupakan sumber penularan yang potensial. Kemampuan menularkan penyakit mula-mula tidak kuat, tapi makin lama semakin kuat hingga mencapai puncak dan menurun lagi.
      Periode antara terinfeksi hingga mencapai penularan maximal inilah yang disebut waktu generasi. Waktu generasi ini hapir mirip dengan masa tunas, namun ada beberapa perbedaan diantara keduanya, yaitu :
a.       Waktu generasi dapat terjadi sebelum atau setelah masa tunas, seperti parotitis yang mempunyai waktu generasi 48 jam sebelum terjadi pembengkakan kelenjar liur.
b.      Waktu generasi dapat terjadi pada penyakit infeksi yang menimbulkan gejala atupun tidak.
Sehingga dari perbedaan tersebut kita dapat mengetahui bahwa waktu generasi lebih berbahaya daripada masa tunas, terutama jika terjadi sebelum masa tunas karena orang tersebut tidak mengetahui bahwa keadaan tersebut sangat menular.

2. Herd immunity
      Merupakan kekebalan yang dimiliki oleh sebagian penduduk yang dapat menghalangi penyebaran. Hal ini dapat disamakan dengan tingkat kekebalan individu, dimana semakin banyak proporsi penduduk yang kebal berarti makin tinggi tingkat herd immunity-nya sehingga penyebaran penyakit juga semakin sulit. Adanya herd immunity tampak jelas pada epidemi progresif karna pada waktu terjadinya epidemi tidak semua orang rentan terkena penyakit dan terjadinya periodisitas pada epidemi progresif.
      Kemampuan mengadakan perlindungan atau tingginya herd immunity untuk menghindari terjadinya epidemi bervariasi untuk tiap penyakit tergantung pada:
1.      Proporsi penduduk yang kebal
2.      Kemampuan penyebaran penyakit oleh kasus atau karier, dan
3.      Kebiasaan hidup penduduk
      Pengetahuan tentang herd immunity bermanfaat untuk mengetahui bahwa menghindarkan terjadinya epidemi tidak perlu semua penduduk memiliki kekebalan. Persentase kekebalan penduduk untuk melindungi sebagian penduduk yang rentan tidak dapat dipastikan, tergantung jenis penyakitnya.Perioditas pada epidemi progresif terjadi bila pada suatu daerah banyak penduduk yang rentan terhadap tertentu dan herd immunity penduduk tersebut terhadap penyakit yang dimaksu rendah berarti penduduk daerah tersebut mudah terkena wabah. Setelah terjadi wabah jumlah penduduk yang kebal bertambah hingga herd immunity meningkat higga penyebaran penyakit berhenti.
      Epidemi progresif mudah terjadi pada virgin population dan populasi tertutup. Virgin population adalah suatu populasi yang belum pernah terpajan oleh suatu agen tertentu atau pernah terpajan, tetapi telah lama menghilang. Kondisi ini mengakibatkan banyak penduduk yang rentan terhadap penyakit tersebut. Demikian pula penduduk tertutup yaitu masyarakat terasing. Pada virgin population dan populasi tertutup , bila terdapat sekolompok penduduk yang rentan  dan tidak diketahui akan menimbulkan epidemi pada kelompok tersebut.
3. Attack rate
Ialah angka insidensi yang terjadi dalam waktu yang singkat . Bila timbul kasusu baru pada suatu periode di antara orang-orang dalam unit epidemi , tetapi tidak termasuk kasus indeks dan comprimaries maka dinamakan secondary attack rate.Kasus indeks adalah kasus pertama yang menimbulkan epidemi, sedangkan komprimaries berarti kasus yang timbul bersamaan atau berhubungan dengan kasus indeks.

4.         Perbedaan antara epidemi sumber umum, benda bersama, dengan Epidemi Progresif
Antara epidemi sumber umum, benda bersama dan epidemi progresif dapat dibedakan berdasarkan bentuk kurva epidemi dan distribusi geografis.
A ) Kurva epidemi
Secara umum, epidemi sumber umum dan benda bersama menunjukkan kurva epidemi yang unimodal dan hanya terjadipada satu masa tunas, sedangkan pada epidemi progresif menunjukkan kurva multimodal karena terjadi berdasarkan beberpa masa tunas.
B) Distribusi Geografis
Gambaran distribusi penyebaran epidemi juga dapat digunakan untuk membedakan antara epidemi sumber umum atau benda bersama dan epidemi progresif (orang ke orang) karena pda epidemi sumber umum penyebarannya terbatas pada orang waktu dan tempat tertentu, sedangkan pada epidemi progresif penyebaran secara radial sehingga meluas hingga daerah-daerah sekitarnya.

III.   EPIDEMI VS ENDEMI
3.1.  Epidemi
Dalam epidemiologi, epidemi (dari bahasa Yunani epi- pada + demos rakyat) adalah penyakit yang timbul sebagai kasus baru pada suatu populasi tertentu manusia, dalam suatu periode waktu tertentu, dengan laju yang melampaui laju "ekspektasi" (dugaan), yang didasarkan pada pengalaman mutakhir. Dengan kata lain, epidemi adalah wabah yang terjadi secara lebih cepat daripada yang diduga. Jumlah kasus baru penyakit di dalam suatu populasi dalam periode waktu tertentu disebut incidence rate (bahasa Inggris; "laju timbulnya penyakit"). Dalam peraturan yang berlaku di Indonesia, pengertian wabah dapat dikatakan sama dengan epidemi, yaitu "berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka". Epidemi digolongkan dalam berbagai jenis berdasarkan pada asal-muasal dan pola penyebarannya. Epidemi dapat melibatkan paparan tunggal (sekali), paparan berkali-kali, maupun paparan terus-menerus terhadap penyebab penyakitnya. Penyakit yang terlibat dapat disebarkan oleh vektor biologis, dari orang ke orang, ataupun dari sumber yang sama seperti air yang tercemar.

3.2.  Endemi
Suatu infeksi dikatakan sebagai endemik (dari bahasa Yunani en- di dalam + demos rakyat) pada suatu populasi jika infeksi tersebut berlangsung di dalam populasi tersebut tanpa adanya pengaruh dari luar.Suatu infeksi penyakit dikatakan sebagai endemik bila setiap orang yang terinfeksi penyakit tersebut menularkannya kepada tepat satu orang lain (secara rata-rata). Bila infeksi tersebut tidak lenyap dan jumlah orang yang terinfeksi tidak bertambah secara eksponensial, suatu infeksi dikatakan berada dalam keadaan tunak endemik (endemic steady state).
Suatu infeksi yang dimulai sebagai suatu epidemi pada akhirnya akan lenyap atau mencapai keadaan tunak endemik, bergantung pada sejumlah faktor, termasuk virulensi dan cara penularan penyakit bersangkutan.Dalam bahasa percakapan, penyakit endemik sering diartikan sebagai suatu penyakit yang ditemukan pada daerah tertentu. Sebagai contoh, AIDS sering dikatakan "endemik" di Afrika walaupun kasus AIDS di Afrika masih terus meningkat (sehingga tidak dalam keadaan tunak endemik). Lebih tepat untuk menyebut kasus AIDS di Afrika sebagai suatu epidemi.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

1 komentar:

Sitti Rahma Muhammad Ahmad mengatakan...

ada referensi tentang kista? yang bisa di jadikan skripsi

Posting Komentar